Dunia pertelevisian pernah dikuasai sinetron, dari mulai sinetron remaja, sintron religi, sinetron hantu-hantuan, tampar-tamparan, tangis-tangisan dan lain-lain deh yang buat sebagian besar masyarakat kelas menengah ke bawah kecanduan, seperti halnya rokok, yang nagih terus....
Kebanyakan dari cerita sinetron Indonesia, kalo gak jiplak dari sinetron luar , pastinya ceritanya ngawur-ngawur gak jelas, mungkin karena penulisnya dikejar-kejar deadline kejar tayang, atau gak punya kreatifitas karena di doktrin oleh kemauan produser dan broadcast, atau emang udah mentok gak ada ide jadi ceritanya yang penting ada kekerasan, kejahatan, kemewahan atau ada kesedihan didalamnya.
Tetapi karena banyak cerita yang gak masuk akal dan dibuat-buat itulah sehingga banyak masyarakat tertarik akan sinetron, sinetron seperti memberikan fantasy tersendiri bagi penontonnya, yang menginngikan suatu pengalaman hidup yang lain yang jarang atau bahkan tidak pernah mereka alami dalam kehidupan nyata.
Nah, parahnya nenekku adalah salah satu dari orang-orang yang senang dengan suguhan fasntasy sinetron tersebut, senang dengan cerita-cerita kesedihan, kajahatan yang berisikan kemarahan, kelicikan, kedengkian juga kesedihan yang berlarut-larut. Semua isi cerita sinetron tersebut adalah sisi kehidupan yang memang sepertinya jarang bahkan sebagian belum pernah di alami oleh nenekku, karena nenekku adalah seorang manusia yang lurus, baik hati, ndak neko-neko seperti di sinetron, sehingga ketika beliau disuguhi seperti itu beliau sangat penasaran dan bertanya-tanya "..., ada gitu ya orang yang seperti itu..? wah, kasian sekali dia... menderita terus, duh kasian si anu dianiyaya sama si anu..., dan lain-lain"
Mungkin ada sedikit segi positifnya nenekku nonton sinetron-sinetron tersebut, karena beliau mendapat hiburan serta pengalaman hidup orang lain yang dapat diambil hikmahnya. Nah, tapi ternyata makin kesini ternyata sisi negatifnya ternyata jauh lebih besar..., karena nenekku kurang memiliki filter dalam melihat tayangan sinetron , sehingga nenekku menganggap bahwa cerita sinetron tersebut sungguhan.
Lebih parahnya lagi, biasanya beliau ba'da sholat isya selalu duduk bertafakur dan berdzikir, tetapi sekarang ini beliau langsung bangun dan menyalakan televisi karena takut ketinggalan 'hanca' sinetron, dan setiap malam jadwal beliau nonton sinetron di mulai dari jam 19 sampai jam 23 malam non stop duduk didepan televisi! 4 sinetron dalam semalam! dan itu berlangsung setiap hari....., kasian nenekku.
Pun misalnya sering cucu-cucunya minta untuk berganti channel, beliau pasti marah dan tidak rela untuk melepaskan remote dari genggamannya! haha, sering aku berikan sindiran pada nenekku,'halah nek, dulu aja waktu aku kecil aku tidak boleh menyalakan televisi kalo lagi jamnya sholat, sekarang nenek sendiri kayak gitu...', eh nenekku menjawab: "eh, dulu kan belom ada sinetron!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar